|
LITERASI KOMPUTER TERKAIT KESIAPAN MASYARAKAT PEDESAAN DALAM MENGAKSES INFORMASI MENUJU MASYARAKAT BERBASIS PENGETAHUAN Abstrak Sebagai negara peserta WSIS, Indonesia telah berupaya mengadopsi substansi deklarasi dan plan of action yang muncul dalam dua pertemuan WSIS (tahun 2003 di Jenewa Swis dan tahun 2005 di Tunis). Hal ini, antara lain tertuang dalam Government of Indonesia Action Plan to Overcome The Digital Divide.
Penelitian yang menggunakan metode survey dengan pendekatan kuantitatif ini bertolak dari rumusan masalah ”Sejauhmana pengenalan, penggunaan dan tingkat literasi komputer masyarakat pedesaan” Penelitian dilaksanakan di wilayah pedesaan pada enam kabupaten terpilih di Provinsi Jambi, Bengkulu, dan Bangka Belitung, dengan populasi anggota masyarakat pedesaan. Penelitian ini menyimpulkan: (1) Antara ragam kategori usia dengan ragam literasi komputer di kalangan responden di Jambi terdapat saling keterkaitan yang relatif kuat secara simetris. Dengan nilai korelasi Pearson yang berkategori negatif, maka dalam kaitan korelasi simetris yang relatif kuat tadi bermakna semakin usia responden mendekati ke dalam kategori millienial maka nilai komputernya semakin menaik, dan sebaliknya, semakin usia responden mendekat ke dalam kategori veteran maka nilai literasi komputernya semakin menurun. (2) Tidak terdapat saling keterkaitan antara perbedaan generasi dengan skor literasi komputer di kalangan responden Bengkulu. (3) Antara ragam kategori usia dengan ragam literasi komputer di kalangan responden Bangka Belitung terdapat saling keterkaitan yang relatif kuat secara simetris, semakin berkurang usia maka semakin bertambah nilai literasi komputer. (4) Signifikasi korelasi antara variabel usia dengan literasi komputer yang muncul di Baangka Belitung relatif mirip dengan yang muncul di Jambi. (5) fenomena signifikan korelasi di Bangka Belitung juga mengindikasikan adanya perbedaan dengan fenomena siginifikasi korelasi pada sejumlah variabel minor literasi komputer (tidak signifikan di Bangka Belitung namun signifikan di Jambi, demikian sebaliknya). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat literasi ICT masyarakat pedesaan; dan untuk mengetahui hubungan variabel literasi ICT dengan variabel karakteristik (usia menurut kategori MDGs) bagi masyarakat pedesaan. Perwujudan dua tujuan dimaksud, selanjutnya secara praktis diharapkan dapat menjadi masukan, terutama bagi Depkominfo dalam perumusan kebijakan di bidang pembangunan ICT Literacy dalam rangka proses brigining the rural – urban divide. Dari segi akademis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi kontribusi bagi pengembangan teori-teori mengenai ICT yang hingga kini cenderung masih pada taraf perakitan teori. http://balitbang.depkominfo.go.id/index.php?mod=PNI0100&view=1&id=PNI080317144401&mn=PNI0100
|