close

PAMMOR 1st ANNIVERSARY

14 MEI 2008

BELLANOVA COUNTRY CLUB SENTUL BOGOR

Rangkaian Acara:

(Minggu - 4 Mei 2008) * OTOGAMES DAY

(Minggu - 11 Mei 2008) * BELLANOVA AUTOMOTIVE

                       GARAGE SALE

(Minggu - 18 Mei 2008) * FAMILY OTOFIESTA

(Minggu - 124Mei 2008) * PAMMOR 1st ANNIVERSARY

                 PARTY

 

INFO UTAMA

Jual Tanah

Perum Pagelaran, Jl. Belimbing IV No. 3 Bogor
Luas Tanah 60 M / Tipe 21
Hubungi : 087870058108

Space Iklan

Hubungi : 0251 348430

Email: marketing@bogorcenter.com

Space Iklan

Hubungi : 0251 348430

Email: marketing@bogorcenter.com

Wanita, diantara kepentingan keluarga, bisnis dan karir PDF Print E-mail
Written by tryan   
Tuesday, 22 April 2008 17:18

Bicara tentang wanita tak kan pernah lekang perputaran jaman Di era kecanggihan teknologi ini, terminologi peran wanita dalam keluarga menjadi sangat menonjol di segala bentuk arena percaturan hidup, mulai dari gelanggang politik, arena bisnis, hingga di semua lini lapangan usaha. Kiprah wanita di Indonesia memiliki keunikan tersendiri. Unik karena tidak sedikit yang sukses meraih puncak karier, mendulang untung dalam menjalankan roda usaha. Namun banyak pula yang hidupnya masih terpuruk bahkan terjholimi.

Kerana itu menurut Aisyah Muttalib yang meraih PhD di Columbia University, Amerika Serikat, yang perlu pertama dilakukan adalah merubah terminologi pemberdayaan wanita dalam upaya peningkatan peran wanita, dengan terminologi pemampuan Karena, kata pemberdayaan memberikan kesan stereotip perempuan sebagai kaum yang lemah dan tidak berdaya. Walau demikian, akhir-akhir ini kata pemberdayaan lebih populer dan familiar, serta tidak lagi berkonotasi negatif selalu yang lemah dan tak berdaya.

Berdasarkan pengertian terminologi yang positif tadi, konsep pemberdayaan wanita sedikitnya mengandung tiga pokok pikiran. Pertama, bersifat holistik atau menyeluruh, karena pemberdayaan itu mencakup ekonomi, sosial-budaya, politik dan psikologis. Kedua, diarahkan kepada penanggulangan hambatan struktural yang menghambat kemajuan wanita dan terwujudnya kemitrasejajaran pria dan wanita. Ketiga, dilaksanakan bersama-sama dengan pemberdayaan pria dan pemberdayaan masyarakat secara umum.

Dari uraian di atas, dan berdasar perkembangan yang ada, pemberdayaan wanita yang terjadi di Indonesia saat ini dilaksanakan untuk mewujudkan kemandiriannya, dengan menitikberatkan pada sisi ekonomi dan pendidikannya. Dengan segala kendalanya, kenyataan menunjukan bahwa tingkat pendidikan kaum perempuan Indonesia jauh lebih rendah bila dibandingkan kaum prianya. Meski begitu, psikolog Rose Marni mengakui, pada umumnya rangking 10 besar kelas pada pendidikan SD hingga SMA, didominasi oleh kaum perempuan. Dari sisi peningkatan pendidikan inilah, pemberdayaan wanita harus dimulai dan menjadi prasyarat pemberdayaan wanita sesungguhnya.

Tidak demikian halnya dengan tingkat atau status ekonomi. Dalam kenyataan kehidupan sehari-hari terlihat, banyak kaum perempuan dari golongan ekonomi tinggi (kaya) belum tentu memiliki derajat kemandirian yang tinggi. Lihat saja, masih banyak perempuan yang tidak mempunyai penguasaan penuh atas pendapatan yang diperolehnya. Sebagai contoh, uang yang diperolah suami istri dari hasil “noreh karet" pada masyarakat Kalbar umumnya, seringkali dipisahkan.

Hasil dari istri terutama untuk keperluan makan sehari-hari yang notabene mempertahankan hidup, sedangkan hasil dari suami dapat dipergunakan untuk hal lain tergantung dari keputusan suami sendiri. Demikian pula pada tingkat masyarakat dengan strata sosial yang lebih tinggi, jika suami istri sama-sama bekerja dan menghasilkan uang, umumnya kebutuhan sehari-hari yang sifatnya primer lebih banyak dipenuhi dari hasil keringat istri, sedangkan hasil dari suami biasanya untuk kebutuhan sekunder ke atas.

Sebaliknya, tingkat pendidikan yang diraih kaum wanita belum semua mampu membawanya ke tingkat kemandirian. Minimal sisi psikologisnya melepaskan diri dari kaidah sosial stereotip dirinya sebagai kaum perempuan. Orang sering mengaitkan dengan kodrat perempuan sebagai ibu rumah tangga, namun sering pula kodrat itu dijadikan alat pembenaran bahwa kaum perempuan harus di belakang kaum laki-laki dalam semua aspek kehidupan. Termasuk dalam struktur kepemimpinan, tidak semua golongan dan atau kelompok yang dapat menerima perempuan sebagai pemimpinnya.

Dengan demikian, untuk memuluskan konsep pemberdayaan wanita secara holistik, terlebih dulu diperlukan analisis situasi kesenjangan gender yang umumnya terjadi akibat diskriminasi. Selanjutnya, diskriminasi gender ini dapat terjadi di setiap tahapan pembangunan, mulai dari sosialisasi awal, perencanaan, pelaksanaan, apalagi pemantauannya. Oleh karena itu, sesuai dengan apa yang dikatakan ahli studi wanita Sara Longwe, tentang Kerangka Pemberdayaan dan Persamaan Wanita (Women’s Equality and Empowerment Framework), pemberdayaan wanita ini harus diterapkan bukan hanya pada kaum wanita, namun (terutama) pemahamannya dimengerti dulu oleh kaum pria.

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.23 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Thursday, 24 April 2008 18:56 )
 

Jual Tanah

Perum Griya Mitra Batik, Tasikmalaya
Luas Tanah 520 M
Hubungi : 087870058108