close

PAMMOR 1st ANNIVERSARY

14 MEI 2008

BELLANOVA COUNTRY CLUB SENTUL BOGOR

Rangkaian Acara:

(Minggu - 4 Mei 2008) * OTOGAMES DAY

(Minggu - 11 Mei 2008) * BELLANOVA AUTOMOTIVE

                       GARAGE SALE

(Minggu - 18 Mei 2008) * FAMILY OTOFIESTA

(Minggu - 124Mei 2008) * PAMMOR 1st ANNIVERSARY

                 PARTY

 

INFO UTAMA

Jual Tanah

Perum Pagelaran, Jl. Belimbing IV No. 3 Bogor
Luas Tanah 60 M / Tipe 21
Hubungi : 087870058108

Space Iklan

Hubungi : 0251 348430

Email: marketing@bogorcenter.com

Space Iklan

Hubungi : 0251 348430

Email: marketing@bogorcenter.com

Kuliner Bogor PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 06 May 2008 16:54
Setelah sudah lamaaaaa sekali tidak ke Bogor, kali ini saya bertekad mau mencoba makanan yang direkomendasikan oleh teman-teman di Jalan Sutra. Sebenarnya ide untuk ke Bogor pun dipicu karena agak ngiler membaca rekomendasi makanan di Bogor.

Sabtu siang kami meluncur dari Jakarta menuju Novotel Bogor. Hotel ini memang favorit suami dan saya untuk menginap karena kami senang dengan activity areanya dan suasananya yang menyerupai setengah resort. Setelah meluruskan kaki sejenak, mulailah kami kelayapan mencari makanan diiringi guyuran hujan deras.

Pit stop pertama kali, RM Sahabat (alias Yung Sin) yang berlokasi di Jl. Jend. Sudirman. Resto ini terkenal dengan bakmie-nya. Ruang makannya cukup luas, dan dari luar kita bisa mengintip sang empunya restoran yang lumayan sepuh sedang sibuk meracik makanan jagoannya. Saya memesan bakmi asin ayam dan suami memesan bakmi manis babat plus baso goreng. Porsi yang tersaji di meja makan kami cukup besar. Untung saja, saya hanya memesan 1/2 porsi karena ingin menyisakan ruang di perut untuk makanan yang lain. Mie-nya terasa lebih kenyal daripada Mie Bandung yang biasa saya nikmati. Selain itu, tidak ada yang bisa saya anggap istimewa. Kuah berisi babat yang dipesan suami saya malah sedikit berbau sehingga dia harus mengesampingkan kuahnya, walaupun menurutnya babatnya cukup enak. (Saya tidak mencoba karena agak anti jeroan). Baso gorengnya terasa agak garing, dan tidak seempuk Baso Mie Naripan. Yang perlu diketahui teman-teman yang Muslim, restoran ini menyajikan juga menu B2, jadi perlu diwaspadai.

Dari situ, kami meluncur lurus (masih di Jl. Jend Sudirman) mencari Bandrek Susu (yang katanya khas Bogor) dan Martabak Manis yang juga katanya amat sangat populer. Karena kami kesulitan mencari lokasi Bansus (itu adalah istilah orang Bogor untuk Bandrek Susu) yang katanya ada di depan bengkel, kami memutuskan untuk mencoba Martabak Manis Air Mancur KK. Tidak salah kalau disebut martabak ini sangat populer. Banyak sekali orang yang berkerumun mengelilingi meja martabak untuk memesan. Walaupun kebanyakan orang memesan martabak manis, kami memutuskan untuk memesan martabak tipis kering. Biasanya martabak tipis yang kami jadikan patokan apakah tempat martabak ini memang layak direkomendasikan atau tidak karena teksturnya harus garing renyah tanpa kehilangan kegurihan. Sebenarnya saya memiliki ekspektasi yang agak tinggi mengingat antriannya yang cukup panjang. But I dare say, martabak Bandung (apalagi San Fransisco atau Andir) jauhhhhh lebih nikmat daripada Martabak KK. Kulit martabaknya memang cukup garing walaupun tidak segaring yang saya harapkan, tetapi saya dapat merasakan baking soda dari pinggiran kulit martabaknya sehingga kulit garing yang seharusnya bagian yang paling saya sukai, malah saya hindari.

Beberapa meter dari Martabak KK, akhirnya saya memutuskan memilih salah satu dari penjual Bansus. Sang penjual yang saya pilih berlokasi di depan toko spare part. Bansus Bogor berbeda dari Bandung karena tidak memasukkan kerokan kelapa di dalamnya. Melihat asap yang mengepul-epul dari tong Bandrek, saya merasa tidak sabar untuk mencicipinya. Ternyata memang Bansus Bogor memberikan experience yang berbeda dari Bandung. Rasa jahe yang agak ganas diperlunak oleh wangi susu kental. Menyeruput Bansus pelan-pelan sambil bersantai terasa sangat nikmat.

Di hari kedua, agenda tur saya agak padat. Berhubung orang tua saya dari Bandung ikutan bergabung, kami memutuskan untuk membawa mereka ke jajanan oleh-oleh khas Bogor. Yang pertama tentu saja Venus Roti Unyil. Saya agak tercengang dengan kemajuan bisnis si Venus ini. Saya masih ingat dulu tokonya terasa sumpek dan panas karena banyaknya pelanggan yang berdesak-desakan. Kali ini, walaupun pelanggannya masih banyak dan berdesak-desakan, saya bisa berbelanja dengan lebih nyaman karena bangunannya direnovasi total dan diperluas. Dengan sedikit perjuangan, saya akhirnya sampai di etalase roti. Saya melihat ada beberapa jenis roti baru yang belum saya coba. Dengan harga Rp 1000,- per potong, sebenarnya roti ini cukup mahal karena ukurannya yang sangat mungil. Tetapi toh tidak menyurutkan minat pelanggan untuk memborong. Mungkin ukurannya yang mungil2 itulah yang membuat gemas. Rotinya terasa cukup lembut dan tetap bertahan kelembutannya di hari kedua. Hampir semua roti manis yang saya coba terasa enak. Sayangnya roti sosisnya menggunakan sosis kelas dua. Mungkin karena ingin mengejar harga serba Rp 1000,- itu.

Berikutnya kami mengunjungi Rujak dan Asinan Gg Aut (dekat Surya Kencana). Agak sulit menemukan tempat ini. Ternyata lokasinya benar-benar di pojok dan dekat gang kecil. Rumah yang bertembok hijau ini terlihat sangat sederhana sehingga kami ragu-ragu untuk masuk ke dalamnya. Tapi ternyata memang benar inilah yang kami cari. Sepulang ke rumah, suami saya langsung berdecak-decak kesenangan karena menyeruput kuah rujak yang terasa segar.

Untuk makan siang, kami singgah di restoran Makaroni Panggang. Berhubung MP ukuran small sudah habis, kami memutuskan untuk mencoba menu2 yang lain. Toh kami sudah pernah mencoba MP-nya (yang kalau boleh saya bilang, sangat standar. Buatan Tante suami saya jauh lebih enak). Jadilah saya memesan Nasi Campur, suami saya memesan Nasi goreng spesial. Ayah saya mencoba Nasi Goreng Jamur. dan Ibu saya memesan Lontong Sayur. Keseluruhan dapat saya katakan, masakan di MP kekurangan cita rasa. Ayam opor yang disajikan di nasi campur saya sangat minim bumbu dan rasa. Saya terpaksa harus menelannya dengan dibarengi sambal dan kerupuk karena kalau tidak, lidah saya berasa tawar. Nasi goreng yang dipesan suami saya terasa sekali bau bacon-nya yang cukup menyengat. Ayah saya mengeluh karena jamur yang dimasak di atas nasi oseng telur blueband terasa terlalu manis sedangkan oseng-oseng nasinya berasa tawar selain dari aroma blueband.

Perjalanan kami akhiri dengan oleh-oleh lain khas Bogor, yaitu Pia Apple Pie. Saya sudah agak lupa-lupa ingat seperti apakah rasanya. Filling applenya memang masih terasa enak, tetapi entah perasaan saya atau tidak, kulit pianya terasa tebal sekali sehingga mengurangi kenikmatan applenya.
Overall dapat saya katakan bahwa perjalanan kuliner saya kali ini hanya mendapatkan nilai average.
 
http://jennysputeri.multiply.com 
 
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.23 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

Jual Tanah

Perum Griya Mitra Batik, Tasikmalaya
Luas Tanah 520 M
Hubungi : 087870058108