|
BOGOR - Setelah Fitri Putra Nugraha alias Nungki terang-terangan ingin berpasangan dengan Endang Kosasih untuk maju ke Pilkada Kabupaten Bogor 2008 dari Partai Golkar, kini sejumlah parpol mulai bereaksi. PKS dan PPP Kabupaten Bogor langsung mengeluarkan statemen.
Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) DPD PKS Kabupaten Bogor Arief Munandar mengakui, salah satu partai yang sedang dikaji PKS adalah Partai Golkar. Namun, kajian tersebut masih sebatas masing-masing partai dan antara PKS dengan Golkar belum ada kesepakatan. Arief juga mengatakan, PKS hanya akan bersedia memposisikan calonnya sebagai wakil bupati, asalkan yang mengajak berkoalisi itu partai yang lebih besar suaranya dibanding PKS. “Bila tawaran itu datang dari Golkar atau PDIP maka PKS bersedia dijadikan sebagai wakil. Tapi, bila tawaran itu datang dari partai di bawah PKS, kami akan mematok calon bupati,” ujarnya. Mengkalkulasi posisi F1-F2 Kabupaten Bogor itu, kata Arief, PKS kini sedang serius mengkaji sosok Yuyun Muslihat untuk dipasangkan dengan Tubagus Sunmanjaya Rukmandis. Artinya, Yuyun kini bukan saja dilirik PKS dan PPP. Mantan sekda Kabupaten Bogor ini juga disebut Nungki sebagai calon alternatif dari Golkar, selain Endang Kosasih. Apakah benar Golkar mengkaji Yuyun? Kepada Radar Bogor kemarin, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bogor Nungki mengamininya. “Sebenarnya bukan hanya Pak Endang yang saya lirik, tapi juga Pak Yuyun sebagai pendamping saya,” bebernya. Mengkaji figur-figur terbaik di luar Golkar, tambah Nungki, secara internal Golkar sudah melakukan survei terhadap Endang dan Yuyun. Namun, dia belum bersedia menyebutkan siapakah dari kedua figur tersebut yang layak dijadikan pendamping saat Pilkada Kabupaten Bogor yang digelar Agustus 2008 nanti. “Kedua orang ini masih dalam survei internal Golkar. Saya belum bisa mengambil keputusan untuk menentukan pilihan tersebut,” ujarnya. Selain membidik figur, Nungki juga akan mengajak berkoalisi parpol yang bersedia diposisikan sebagai wakil bupati. Dari sejumlah parpol yang bisa mengusung pasangan calon bupati dan wakil bupati, Nungki hanya menyebut PKS dan PDIP. “Kami berpeluang berkoalisi dengan PKS dan PDIP. Sebab, kedua partai ini masih membuka kesempatan diposisikan sebagai calon wakil bupati. Sedangkan calon yang diusung PPP sulit berkoalisi, karena sama-sama ingin calon bupati,” terang Nungki. PPP tidak Yakin Sementara itu, rencana Nungki melirik Endang Kosasih sebagai calon pendampingnya mengundang reaksi DPC PPP Kabupaten Bogor. “Kami tidak yakin bila Golkar mau membidik Endang sebagai pendamping Nungki,” tegas Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPC PPP Kabupaten Bogor Amrrullah Zaelly kepada Radar Bogor, kemarin. Alasannya, jelas dia, tawaran Nungki tersebut belum ada kepastian dan masih sebatas wacana belaka. Endang Kosasih tidak akan serta merta mau menerima tawaran Golkar yang belum pasti. Sedangkan pengamat politik Ery Krisna mengatakan, rencana Nungki melirik Endang Kosasih sebagai pendampingnya sah-sah saja, sepanjang pasangan tersebut diusung Golkar. Dia menilai, sosok Endang Kosasih masih populer terutama di kalangan kaum 'sarungan'. Apalagi, tambah Ery, bila pasangan tersebut sampai mendapat rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai masing-masing. Akan tetapi, dia masih mempertanyakan kepastian Nungki mau menggandeng Endang Kosasih. “Mungkin banyak pertimbangan kenapa Nungki mau menggandeng Endang,” ujarnya. Ery juga mempertanyakan status Endang apakah akan direstui DPP PPP. Sementara Partai Golkar tidak memberi restu terhadap HM Rusdi yang akan berpasangan dengan Iyus Djuher. “Yang jelas, dengan dinamika rencana pasangan calon bupati dan wakil bupati itu, pemilihan bupati di Kabupaten Bogor akan semakin kompetitif,” pungkas dosen Unida Bogor ini.(hit) http://radar-bogor.co.id/index.php?ar_id=NjI3NA==&click=MTYy
|