close

PAMMOR 1st ANNIVERSARY

14 MEI 2008

BELLANOVA COUNTRY CLUB SENTUL BOGOR

Rangkaian Acara:

(Minggu - 4 Mei 2008) * OTOGAMES DAY

(Minggu - 11 Mei 2008) * BELLANOVA AUTOMOTIVE

                       GARAGE SALE

(Minggu - 18 Mei 2008) * FAMILY OTOFIESTA

(Minggu - 124Mei 2008) * PAMMOR 1st ANNIVERSARY

                 PARTY

 

INFO UTAMA

Jual Tanah

Perum Pagelaran, Jl. Belimbing IV No. 3 Bogor
Luas Tanah 60 M / Tipe 21
Hubungi : 087870058108

Space Iklan

Hubungi : 0251 348430

Email: marketing@bogorcenter.com

Space Iklan

Hubungi : 0251 348430

Email: marketing@bogorcenter.com

Semangat Rekonsiliasi Menangkan Cheppy PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 14 May 2008 15:52
SEMERU - Cheppy Harun akhirnya memimpin Partai Golkar Kota Bogor. Cheppy meraup enam suara dari sembilan suara yang memiliki hak pilih dalam Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Golkar yang dihelat di Hotel Brajamustika, kemarin. Yuli Siswati yang menjadi rival terkuat Cheppy, hanya mendapat dukungan dua suara. Sedangkan satu suara dari DPD I Provinsi Jabar abstain.
 

Meski sedikit alot, Musdalub untuk memilih ketua baru menggantikan Helmi Soetikno, tidak memakan waktu lama. Dalam tahap pertama, ada tiga bakal calon (balon) yang maju; Cheppy, Yuli dan Daday Suryawihardja yang juga suami Yuli. Majunya Daday yang tidak diperkirakan sebelumnya, sempat membuat suasana Musdalub menghangat namun tetap lancer. Selanjutnya,sesuai dengan AD/ART Partai Golkar, calon ketua DPD PG harus didukung maksimal 30 persen suara. Untuk itu, perubahan status dari balon menjadi calon devoting.

Pengurus Kecamatan (PK) Bogor Tengah, mendapat kesempatan pertama,disusul PK Tanah Sareal, PK Bogor Timur, PK Bogor Barat, PK Bogor Selatan, Hasta Karya dan Organisasi Sayap.

Nah, setelah itu, suara DPD PG Jawa Barat yang diwakili Ali Hasan, ternyata di luar perkiraan peserta Musdalub, memilih abstain. Bahkan, pernyataan abstain dilakukan terang-terangan di depan seluruh peserta musdalub.
Setelah Ali Hasan mendapatkan surat suara dari pimpinan sidang Yoga Santosa, tidak masuk ke bilik suara namun langsung memasukan surat suara ke dalam kotak suara.


Dari hasil voting perubahan status dari balon menjadi calon, Cheppy menang telak. Ia meraup enam suara yang berasal dari PK Bogor Tengah, PK Bogor Barat, PK Bogor Timur, PK Bogor Selatan, Hasta Karya dan Organisasi Sayap. Yuli hanya didukung PK Tanah Sareal dan PK Bogor Utara, sementara Daday tak mendapatkan suara.

Melihat hasil voting tersebut, Yoga Santosa langsung memutuskan bahwa proses pemilihan suara untuk menentukan ketua DPD PG Kota Bogor tidak dilanjutkan.

“Dari hasil voting, hanya Cheppy Harun yang telah didukung lebih dari 30 persen suara. Berarti, proses pemungutan suara selanjutnya tidak diperlukan lagi dan dengan demikian menentapkan Cheppy Harun sebagai ketua DPD PG Kota Bogor,” ujar Yoga yang disambut tepuk tangan riuh para pendukung Cheppy.


Bagaimana komentar Cheppy? Cheppy yang juga anggota DPRD Kota Bogor itu mengharapkan, usai musdalub tidak ada lagi perpecahan antara kader baik yang pro maupun kontra musdalub. Soalnya, kader sepakat semangat musdalub adalah rekonsiliasi Partai Golkar.

“Mari kita bersatu dan membangun kebersamaan lagi. Tidak ada lagi kebencian dan permusuhan di antara seluruh kader Golkar Kota Bogor,” tegasnya dengan berapi-api.

Chepy mengatakan, di hadapan para kader Golkar, banyak pekerjaan yang harus dirampungkan. Salah satunya mengejar ketertinggal dengan partai lain guna mensukseskan Pemilihan Gubernur (Pilgub) yang sudah ada di depan mata.

“Konsolidasi kepada seluruh kader merupakan langkah awal yang harus dilakukan seluruh kader Golkar Kota Bogor untuk mensukseskan Pilgub,” pintanya.

Tidak hanya Pilgub lanjutnya, agenda politik yang sudah menunggu di antaranya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bogor Oktober mendatang, Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden di 2009 nanti juga menjadi sesuatu yang harus menjadi perhatian serius kader Golkar.

“Tanpa ada kebersamaan dan soliditas di antara seluruh kader Golkar, mustahil kita dapat mensukseskan rentetan agenda politik yang sudah ada di depan mata itu,” imbuhnya.

Aroma rekonsiliasi yang didengungkan Chepy benar-benar langsung disambut mantan ketua DPD PG Kota Bogor Helmi Soetikno. Helmi yang tampak berjiwa besar itu diangkat menjadi Ketua Dewan Penasihat (Wanhat) Partai Golkar Kota Bogor.


Pria yang juga mantan ketua PPM Kota Bogor, menyakinkan para kader Golkar dan mengatakan semangat musdalub adalah semangat rekonsiliasi. Ia juga mengharapkan usai musdalub tidak ada lagi perpecahan di Golkar Kota Bogor, seluruh kader harus berjuang mensukseskan agenda politik yang sudah menunggu.


“Buang semua dendam, buang semua kebencian, mari kita bersama-sama membahu untuk membesarkan partai Golkar yang kita cintai,” katanya.

Ketua Caretaker Ali Hasan menambahkan, ketua terpilih Chepy harus segera membuat program pemenangan pemilu.

“Konsolidasi merupakan hal yang paling mendasar dalam sebuah kemenangan pemilu, dan diharapkan Golkar Kota Bogor harus melakukan konsolidasi hingga tingkat RT dan RW,” tegasnya.

Partai manapun yang mampu melakukan konsolidasi hingga tingkat RT dan RW lanjut Hasan, akan dapat dipastikan pemenang dalam sebuah agenda politik.

“Maka dari itu, program Golkar Kota Bogor harus matang dan mampu hingga ke tingkat RT dan RW,” pungkasnya.(miq)

Sempat Diwarnai Ketegangan

MESKI berjalan lancar dan aman, namun bukan berarti musdalub adem-adem saja. Interupsi pun mewarnai perhelatan yang digelar di Hotel Braja Mustika tersebut. Akibatnya, adu mulut antara pendukung Daday Suryawiharja dan pendukung Chepy Harun tak bisa dielakan.

Musdalub diawali dengan pembahasan Tata Tertib (Tatib) Musdalub Partai Gokar. Dalam pembahasan ini seluruh peserta menyetujui tatib. Begitu juga dalam pembahasan rancangan keputusan Musdalub yang menentukan Komposisi dan personalia Pimpinan Musdalub dimana diputuskan; Yoga Santosa sebagai ketua pimpinan sidang, dengan sekertaris Chepy As yang beranggotakan Endang Kosasih, Ny Tuty Elson dan Ade Kasmiadi.

Nah, saat pembahasan tata cara pemilihan ketua, ketegangan mulai muncul. Saat itu, Yoga Santosa membacakan Pasal 4 tentang syarat-syarat menjadi ketua DPD PG Kota Bogor. Poin 1 yang menyatakan pernah menjadi pengurus DPD PG dan atau sekurang-kurangnya pernah menjadi pengurus PK serta pernah dan atau menjadi pengurus organisasi pendiri dan yang didirikan. Sejurus kemudian, Yuli Siswaty langsung interupsi kepada pimpinan sidang. Yuly menegaskan, dalam AD/ART yang dibahas dalam Munas Golkar tahun 2004 menyatakan, calon ketua DPD PG sekurang-kurangnya telah menjadi pengurus selama lima tahun.

“Jadikan AD/ART ini pegangan dalam musdalub Kota Bogor. Jangan ada pernyataan yang tidak jelas dan terkesan banci,” tegasnya.

Pernyataan Yuly langsung dibantah Gatut Susanta. Gatut yang datang mendekati mikropon sambil membawa AD/ART mengatakan, dalam AD/ART tidak menegaskan sebagai pengurus. Tapi dalam pasal 12 (5) point A menyatakan, aktif menjadi anggota sekurang-kurangnya lima tahun.

'’Jadi bukan sebagai pengurus,” tegas Gatut yang disambut tepuk tangan sebagian peserta Musdalub. Pimpinan sidang Yoga Santosa yang ikut dalam Komisi A saat Munas 2004 di Bali menyatakan, dalam pembahasan di Komisi A memegang teguh azaz legalitas bukan oportunitas. Jadi tidak ada pembahasan berapa lama waktu menjadi pengurus.

“Dengan menjadi pengurus selama 2,5 tahun lebih menjdi pengurus itu sudah sah menjadi calon ketua DPD PG,” selanya. Usai pembahasan syarat ketua DPD PG Kota Bogor disetujui, Yoga kembali membacakan seluruh tata cara pemilihan ketua DPD Kota Bogor yang berjumlah 11 pasal.

Ketegangan kembali terjadi ketika pimpinan sidang membuka pendaftaran calon ketua DPD Kota Bogor. Tanpa diduga Ketua PK Bogor Utara, Dody Lukman Hakim membacakan pernyataan dukungan enam PK terhadap ketua PK Tanahsareal Daday Suryawihardja yang telah ditandatangani enam PK di atas materai.

“Pimpinan Sidang yang terhormat, kami enam PK telah melakukan rapat pleno terhadap dukungan kepada Daday Suryawihardja. Bahkan dukungan tersebut telah ditandatangani seluruh ketua PK di atas materai. Jadi secara aklamasi kami enam PK mendukung Daday,” jelasnya.

Kontan seluruh Pengurus Kelurahan (komlur) dan empat ketua PK langsung menginterupsi pernyataan Dody Lukman Hakim. Ketua PK Bogor Selatan, Abdul Kholik mengakui mendukung Daday Suryawihardja dengan semangat membangun kebersamaan di antara PK.

“Tandatangan pernyataan saya terhadap dukungan kepada Daday Suryawihardja merupakan kelalaian saya. Namun, pernyataan tersebut dipatahkan setelah masing-masing PK melakukan pleno dalam menentukan calon ketua DPD Golkar Kota Bogor,” ujarnya.
Pernyataan keras juga disampaikan wakil ketua PK Bogor Barat, Wahyudin yang diberikan kuasa ketua PK Atet Muhamad yang sedang dirawat di rumah sakit. Wahyudin mengatakan, pernyataan tersebut sudah dipatahkan pleno yang sudah dilakukan PK Bogor Barat beberapa waktu lalu.

“Saya yang mengantar Atet ke RS. Ia memberikan kuasa kepada saya untuk mewakili dukungannya kepada calon ketua DPD PG Kota Bogor,” ujarnya seraya memperlihatkan surat kuasa yang ditandatangani Atet.

Melihat kondisi yang semakin memanas, Yoga Santosa langsung menghentikan seluruh interupsi dan menyatakan untuk tetap melakukan proses musdalub selanjutnya dengan voting.

Usai proses pemilihan ketua, dilakukan pembentukan tim formatur membahas susunan dan personalia DPD PG Kota Bogor periode 2004-2009.

Dalam pemilihan, Chepy Harun sebagai ketua tim formatur dibantu Ketua PK Bogor Selatan Abdul Kholik sebagai sekretaris formatur yang dibantu tiga anggota formatur yaitu Ali Hasan, Tauhid J Tagor dan Wahyudin.

Membutuhkan waktu dua jam bagi tim formatur Dalam pembahasan susunan dan personalia DPD PG Kota Bogor periode 2004-2009. Sidang yang dihentikan sekitar pukul 15:00 WIB terpaksa dihentikan hingga pukul 17:00 WIB.

Dalam pembacaan susunan dan personalia DPD PG Kota Bogor, PK Bogor Utara dan PK Tanah Sareal tidak menghadiri acara tersebut. Hal tersebut dibuktikan setelah sekertaris pimpinan sidang melakukan absensi kepada seluruh peserta.

Dalam susunan dan personalia DPD PG Kota Bogor, Chepy Harun dibantu oleh delapan wakil ketua, dengan sekertaris Gatut Susanta. Sedangkan untuk bendahara dipegang oleh Melly M Silviano. (miq)

Doa Redakan Ketegangan

KETEGANGAN yang mewarnai jalannya musdalub terhenti, begitu pimpinan sidang Yoga Santosa memberikan kabar duka atas meninggalnya H.M Soeharto, mantan presiden Republik Indonesia.

Ya, wafatnya bapak pembangunan pada pukul 13:10 WIB itu, bertepatan saat musdalub diwarnai ketegangan dimana Ketua PK Bogor Utara menyatakan bahwa secara aklamasi enam PK mendukung Ketua PK Tanah Sareal Daday Suryawihardja.

Ketika saling interupsi dan adu mulut mengenai kebenaran surat pernyataan tersebut berlangsung, Yoga Santosa memberikan pengumuman bahwa Pak Harto yang selama menjadi presiden sebagai Pembina dan penasihat Partai Golkar meninggal Dunia.

Mendengar pengumuman yang diutarakan pimpinan sidang, seluruh peserta musdalub yang sedang adu mulut langsung terhenti dan langsung menundukan kepala untuk melakukan doa bersama. Doa bersama itu dipimpin langsung Yoga Santosa. Namun, usai pembacaan doa, adu mulut yang mempertanyakan kebenaran dukungan tersebut berlanjut.

Do'a bersama juga dilakukan usai pemilihan ketua. Kali ini Ketua DPRD Kota Bogor H TB Tatang Muchtar yang memimpin doa. Untuk kedua kalinya seluruh peserta musdalub memanjatkan doa.

TB Tatang Muchtar mengatakan, Pak Harto merupakan seorang mantan presiden yang mampu membangkitkan keterpurukan bangsa ini dengan pembangunan.
“Kita sebagai masyarakat Indonesia sangat kehilangan seseorang yang memiliki jasa yang sangat besar bagi bangsa Indonesia,” ujarnya.

Lalu bagaimana dengan proses hukumya, Tatang mengatakan masyarakat Indonesia selayaknya memaafkan segala dosa-dosa yang pernah dilakukan Pak Harto. “Namuan mengenai Proses hukum, ada mekanisme hukum yang kini sedang berjalan,” ujarnya.

Hal serupa juga dikatakan oleh ketua DPD PG Kota Bogor Chepy Harun. Ia mengatakan, Jasa-jasa Pak Harto sangat besar bagi masyarakat Indonesia.

“Kami seluruh jajaran DPD PG kota Bogor dan seluruh kader PG Kota Bogor, mengucapkan belasngkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Pak Harto,” selanya.

Mengenai proses hukum, jelas Chepy, menyerahkan sepenuhnya ke[pada DPP Partai Golkar. “kami akan memiliki sikap yang sama terhadap DPP PG,” pungkasnya. (miq)

http://radar-bogor.co.id/index.php?ar_id=NDg4OQ==&click=MTA0

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.23 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Wednesday, 14 May 2008 15:59 )
 

Jual Tanah

Perum Griya Mitra Batik, Tasikmalaya
Luas Tanah 520 M
Hubungi : 087870058108