|
BOGOR - Meski mendapat resistensi dari DPC PPP, namun Partai Golkar (PG) Kabupaten Bogor tetap ngotot mengkaji Endang Kosasih sebagai pendamping Fitri Putra Nugraha alias Nungki maju ke Pilkada Kabupaten Bogor 2008.
Alasannya sosok Endang yang kini menjabat Ketua Majelis Pertimbangan Cabag (MPC) PPP Kabuten Bogor, cukup populer. Bahkan beredar kabar, jadi tidaknya Endang menjadi pendamping Nungki akan ditentukan saat Ratimda Golkar Kabupaten yang rencana digelar awal Maret. “Kami maklum dengan sikap PPP karena setiap partai punya aturan main. Tapi, kajian terhadap Endang tetap akan kami lanjutkan sampai terdaftar di KPUD Kabupaten Bogor,” ujar juru bicara Partai Golkar Kabupaten Bogor Hidayat Royani kepada Radar Bogor, kemarin. Menurut Hidayat, selain Endang Kosasih terdapat beberapa nama yang saat ini sedang disurvai internal Golkar. Diantaranya, Albert Pribadi, Sunmandjaya Rukmandis, Iyus Djuher dan mantan walikota Depok Badrul Kamal. Partai tersebut juga mensurvai PDIP, namun masih sebatas lembaganya dan belum mengarah pada sosok atau nama yang bakal diusung PDIP. Tujuan inventarisasi nama yang dikaji Partai Golkar bukan hanya untuk pemenangan, tapi untuk menjamin pasangan dari Partai Golkar benar-benar dapat berkarya membangun Kabupaten Bogor. “Salahsatu faktor Partai Golkar mengkaji Endang, karena nama beliu cukup populer di kalangan arus bawah,” ujarnya. Sementara itu, reaksi keras kembali dilontarkan pengurus DPC PPP Kabupaten Bogor terkait majunya Endang Kosasih yang dikabarkan berduet dengan Nungki. Kali ini datang dari wakil ketua DPC PPP, Yudi Sucipta. Menurutnya, majunya Endang mendampingi Nungki berarti melangkahi keputusan yang sudah dihasilkan. Pasalnya DPC PPP dan DPP sudah merestui satu-satunya calon dari PPP adalah Rachmat Yasin. “Kami selaku pengurus DPC PPP sangat kecewa dengan kemunculan Endang Kosasih, yang akan ikut bertarung dalam Pilkada Kabupaten Bogor,” beber Yudi. Untuk itu dia mengingatkan, agar Endang berpikir jernih bagaimana memajukan partainya bukan memajukan nama pribadi, sehingga kebesaran PPP di bumi Tegar Beriman lebih besar lagi. “Menjelang Pilkada seharusnya kita merapatkan barisan dan lebih memajukan partai, bukan mementingkan ego dan popularitas individu,” ungkapnya. Meski terus digoda Golkar, namun Yudi yakin Endang akan bersikap kesatria terkait pencalonannya. “Kami tetap percaya Endang tidak akan mengkhianati partai,” pungkasnya. (hit/dei) http://radar-bogor.co.id/index.php?ar_id=NjQ2OA==&click=Nzc=
|