|
PANCASAN — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor langsung mengobati warga Kelurahan Pasirjaya yang menderita cikungunya. Selain pengobatan gratis, Dinkes juga mem-fogging atau pengasapan di lingkungan yang warganya terserang cikungunya di Kampung Muara RT 01/11 Kelurahan Pasirjaya Kecamatan Bogor Barat.
Menurut Kepala Puskesmas Pancasan dr Deviera Minelly, jumlah kasus yang terdata positif cikungunya di RW 11 terdapat 25 orang. Awalnya, dua pasien itu memeriksakan diri ke puskesmas Sabtu (10/5). Saat itu, petugas surveilans puskesmas sudah turun ke lapang. Ternyata ada lagi 12 warga yang juga menderita cikungunya dan 13 warga yang sudah sembuh. Nah, ada kabar 70 warga yang terserang cikungunya di RW tersebut bisa jadi laporan kader yang tidak masuk ke puskesmas. Meski begitu, bukan berarti pihaknya berdiam diri. Sebab, sebelumnya Dinkes telah melakukan fogging untuk RW 10 karena ditemukan kasus serupa. Deviera tak memungkiri banyaknya kasus cikungunya di Bogor Barat. Sebab, sejak Januari, wilayah tersebut tercatat endemis cikungunya dan rawan demam berdarah dengue (DBD). Warga pun sudah melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Namun, dia tak memungkiri jika aktivitas ini perlu digiatkan kembali. “Kalau fogging saja tidak banyak memberi dampak jika tak disertai PSN dan menguras, mengubur, menutup (3M),” katanya. Senada diungkapkan Kabid Pencegahan, Pemberantasan Penyakit dan Lingkungan (P3KL) Dinkes Kota Bogor dr Sri Pinantari Hanum. Menurut dia, tak memungkingkan bila Dinkes melakukan fogging untuk 826 RW se-Kota Bogor. Untuk itu, perlu ada link antara masyarakat dengan petugas kesehatan, khususnya puskesmas jika ada kasus serupa dapat segera ditindaklanjuti. “Harusnya link ini sudah jalan dengan adanya kelurahan siaga,” katanya. Sebab, lanjut dia, Dinkes segera melakukan fogging kendati di wilayah tersebut hanya ada lima kasus cikungunya. “Beda dengan DBD yang dapat menyebabkan kematian. Cikungunya itu penyebarannya cepat,” katanya. Tak lupa, ibu dua anak ini mengimbau kepada masyarakat untuk giat melakukan PSN dan 3M. “Jaga kebersihan lingkungan dan lakukan kerjabakti. Soalnya, kasus cikungunya maupun DBD menunjukkan lokasi tempat tinggal kita menjadi tempat bersarang dan berkembangbiaknya nyamuk,” terang Sri. (rtn) http://radar-bogor.co.id/index.php?ar_id=MTEwNzk=&click=NA==
|