|
BOGOR - Tak ada satu pun fungsionaris PDI Perjuangan dan Partai Golkar yang menghadiri soft launching pasangan walikota/wakil walikota Diani Budiarto dan Ahmad Ru’yat di IPB International Convention Center (ICC), tadi malam. Selain itu, rencana lelang Harley Davidson (HD) milik Diani juga batal tanpa alasan tegas. Ketua DPD PKS Kota Bogor, Yocie Gusman menjelaskan, acara yang dihadiri ribuan kader PKS itu bersifat internal partai. Sejak awal pihaknya sengaja tidak mengundang PDIP dan Partai Golkar. "Tidak ada masalah dengan paket Diani-Ru'yat karena acara ini sifatnya internal partai, jadi kita sengaja tidak mengundang PDIP dan Golkar. Untuk sementara memang konsolidasi internal partai masing-masing. PDIP sudah di Hotel Salak, sekarang kita dan lusa Golkar akan mengadakan acara serupa," ujar Yocie kepada wartawan saat konfrensi pers, kemarin. Lebih lanjut dirinya menerangkan, setelah masing-masing partai melakukan konsolidasi internal, baru ketiga partai pengusung Diani-Ru'yat dan lima partai pendukung lainnya bersama-sama mendeklarasikan paket pasangan tersebut. Kapan deklarasinya? "Insya Allah setelah seluruh partai pengusung melakukan konsolidasi internal, baru kita deklarasikan bersama-sama. Yang pasti sebelum pendaftaran calon di KPU nanti, paket pasangan ini sudah kita deklarasikan," tuturnya. Sementara itu Diani menjelaskan, Achmad Ru'yat adalah pilihan yang sesuai untuk mendampinginya di Pilwalkot nanti. Soal PDIP dan Golkar yang sampai saat ini belum memberikan keputusan resmi tentang pasangannya itu, Diani mengaku tidak ada masalah. "PDIP dan Golkar menyerahkan sepenuhnya soal pasangan kepada saya dan saya sudah memilih Pak Achmad Ru'yat, jadi tidak ada masalah," katanya singkat.
Lelang Batal Sementara itu, rencana lelang HD yang semula digelar saat acara berlangsung akhirnya batal. Belum jelas penyebab batalnya pelelangan itu. Namun berdasarkan informasi, pembatalan tersebut karena ada terjadi kesalahpahaman antara Diani dengan PKS soal rencana pelelangan tersebut. Diani tidak menginginkan pelelangan motor gede miliknya itu dilakukan secara terbuka di depan publik. Ia juga menegaskan, hasil lelang tidak sepenuhnya digunakan untuk dana sosialisasi dan kampanye, tapi untuk membantu warga miskin, seperti pembagian sembako atau kegiatan sosial lainnya. "Jual motor kan tidak perlu terang-terangan di depan umum, lewat telepon juga bisa," katanya. Batalnya pelelangan karena tanpa ada konfirmasi terlebih dahulu dari pihak panitia. Padahal ada salah seorang penggemar motor gede yang juga anggota Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Bogor yang berminat dengan motor gede milik Diani jenis Ultra Screaming Eagle. Ia adalah Roy Lester.
Ditemui Radar Bogor di sela-sela acara, Roy mengaku kecewa dengan batalnya pelelangan tersebut. Padahal ia berani membayar motor milik Diani dengan harga Rp450juta. "Saya sudah nunggu dari jam tujuh. Saat dikonfirmasi ke panitia katanya pelelangan tidak jadi. Padahal saya ingin sekali membeli motor itu," tuturnya. Menurut Roy, jenis HD jenis Ultra Screaming Eagle itu jarang ada. Jenis itu merupakan jenis motor HD termahal yang ada, harganya mencapai kurang lebih Rp650 juta. "Di Bogor cuma Pak Diani yang punya. Di Jakarta juga bisa dihitung dengan jari yang punya motor jenis itu. Selain mahal, Ultra Screaming Eagle peringkat teratas dari jenis motor Harley lainnya, sehingga banyak penggemar motor Harley yang mencari motor jenis itu," terangnya. Kenapa ingin membeli motor itu? Roy mengaku motor tersebut akan diberikan ke Sekdakot Bogor Dody Rosadi, yang notabene-nya saingan Diani dalam Pilwalkot ini. "Saya memang suka dengan motor itu. Tapi terus terang, jika jadi dibeli akan saya serahkan ke Pak Dody untuk kampanye. Ini murni niat saya. Biar tidak jadi lelang, saya akan berusaha mendapatkannya," pungkas koordinator touring HDCI Bogor itu. (sep) Source : Radar Bogor
|